Pemetaan Awal Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Labuhanbatu: Perspektif Manajemen SDM

Authors

  • Muhammad Taher Rambe Universitas Islam Labuhan Batu
  • Rini Antika Ritonga Universitas Islam Labuhan Batu
  • Taraweh Harahap Universitas Islam Labuhan Batu
  • Riana Sitio Universitas Islam Labuhan Batu

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4580

Keywords:

MBG, SPPG, Manajemen, SDM

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia, khususnya peserta didik. Keberhasilan implementasi program ini sangat ditentukan oleh kesiapan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan memetakan secara awal implementasi Program MBG di Kabupaten Labuhanbatu dari perspektif manajemen SDM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi terhadap aparatur pemerintah daerah, pengelola program, kepala sekolah, serta guru yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG di Kabupaten Labuhanbatu masih berada pada tahap awal dan bersifat transisional. Dari perspektif manajemen SDM, ditemukan sejumlah tantangan utama, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM pelaksana, belum jelasnya pembagian peran dan struktur kerja, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya sistem pengawasan dan evaluasi kinerja. Program MBG belum didukung oleh perencanaan kebutuhan SDM yang sistematis, pelatihan khusus yang berkelanjutan, serta mekanisme koordinasi dan evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan manajemen SDM merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas implementasi Program MBG di tingkat daerah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan SDM, pengembangan kapasitas aparatur, penegasan peran antaraktor, serta penguatan tata kelola kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan MBG.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Armstrong, M. (2014). Armstrong’s handbook of human resource management practice (13th ed.). Kogan Page.

Berman, E. M., Bowman, J. S., West, J. P., & Van Wart, M. R. (2019). Human resource management in public service: Paradoxes, processes, and problems (6th ed.). SAGE Publications.

Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Pearson Education.

Fauzi, A., Rahman, F., & Sulastri, E. (2021). Implementasi kebijakan gizi sekolah di daerah: Tantangan dan strategi penguatan kapasitas aparatur. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 25(2), 123–138.

Hidayat, R., & Mulyadi, D. (2019). Pendekatan lintas sektor dalam kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 16(1), 45–58.

Hill, M., & Hupe, P. (2021). Implementing public policy: An introduction to the study of operational governance (3rd ed.). SAGE Publications.

Kurniawan, T. (2021). Tata kelola kebijakan sosial berbasis kolaborasi di pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(3), 211–224.

Lestari, S., & Handayani, R. (2019). Pemetaan awal implementasi kebijakan publik di tingkat daerah. Jurnal Analisis Kebijakan, 3(2), 89–102.

OECD. (2019). Public employment and management 2019. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9f0b5c7e-en

Pranowo, B., & Setiawan, H. (2020). Koordinasi antarinstansi dalam implementasi kebijakan pendidikan dan kesehatan. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 4(1), 1–14.

Prasetyo, A., & Widodo, S. (2020). Pengaruh status gizi terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 10(2), 134–145.

Putri, D. A., & Santoso, B. (2022). Implementasi SDGs bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Jurnal Pembangunan Manusia, 6(1), 55–69.

Rahmawati, I., & Nugroho, R. (2021). Kebijakan penanggulangan stunting di Indonesia: Perspektif implementasi daerah. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(4), 201–210.

Ramesh, M., Howlett, M., & Saguin, K. (2016). Measuring individual-level bureaucratic capacity: A conceptual and methodological framework. Journal of Comparative Policy Analysis, 18(4), 339–354. https://doi.org/10.1080/13876988.2015.1088654

Siregar, M., & Lubis, A. (2021). Manajemen sumber daya manusia sektor publik dalam implementasi kebijakan daerah. Jurnal Administrasi Negara, 27(2), 97–112.

UNDP. (2018). Institutional and capacity development for sustainable development goals. United Nations Development Programme.

UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO Publishing.

Utami, P., & Rachman, A. (2020). Kapasitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(1), 33–41.

World Health Organization. (2020). School-based nutrition programmes: Evidence and practice. WHO Press.

Downloads

Published

16-12-2025

How to Cite

[1]
M. T. Rambe, R. A. Ritonga, T. Harahap, and R. Sitio, “Pemetaan Awal Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Labuhanbatu: Perspektif Manajemen SDM”, RIGGS, vol. 4, no. 4, pp. 5177–5184, Dec. 2025.