Pengaruh Intensits Modal, Pertumbuhan Penjualan dan Struktur Kepemilikan terhadap Tax Avoidance
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.13738Keywords:
Intensitas Modal, Pertumbuhan Penjualan, Struktur Kepemilikan, Tax AvoidanceAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas modal, pertumbuhan penjualan, dan struktur kepemilikan terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, sehingga diperoleh 20 perusahaan dengan total 100 data observasi selama periode penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Berdasarkan hasil pemilihan model, Random Effect Model (REM) merupakan model yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial intensitas modal berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat intensitas modal perusahaan berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam melakukan tax avoidance. Sementara itu, pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, yang menunjukkan bahwa perubahan tingkat penjualan tidak secara langsung memengaruhi keputusan perusahaan dalam melakukan tax avoidance. Struktur kepemilikan juga tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Secara simultan, intensitas modal, pertumbuhan penjualan, dan struktur kepemilikan berpengaruh terhadap tax avoidance. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi perusahaan, investor, dan pihak berkepentingan dalam memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan tax avoidance.
Downloads
References
[1] I. G. A. I. S. Rini, M. Dipa, and C. K. Yudha, “Effects of transfer pricing, tax haven, and thin capitalization on tax avoidance,” Jurnal Ekonomi & Bisnis JAGADITHA, vol. 9, no. 2, pp. 193–198, 2022. https://doi.org/10.22225/jj.9.2.2022.193-198
[2] R. Amelia and E. Ramdani, “Pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas aset tetap, intensitas modal, dan kepemilikan keluarga terhadap tax avoidance (Studi empiris pada perusahaan sektor real estate dan property yang terdaftar di BEI periode tahun 2018–2022),” Jurnal Akuntansi Barelang, vol. 8, no. 1, pp. 60–75, 2023. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jab/article/view/8248/3579
[3] Roosdiana, “Dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI,” Jurnal IKRA-ITH Ekonomika, vol. 4, no. 2, pp. 133–141, 2021.
[4] N. Musyafiq, F. Mansur, and N. Safelia, “Pengaruh capital intensity, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance (Studi empiris pada sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022–2023),” Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Jambi, vol. 10, no. 1, pp. 401–414, 2025. https://doi.org/10.22437/jaku.v10i01.45717
[5] Afridayani and Ramlan Nugraha, “Pengaruh kepemilikan institusional, sales growth, dan capital intensity terhadap tax avoidance,” JURNAL SeMaRaK, vol. 7, no. 1, pp. 1–10, 2024. https://doi.org/10.32493/smk.v7i1.38536
[6] S. Noviyanti and A. Asalam, “Kepemilikan institusional, leverage, dan komite audit terhadap tax avoidance,” Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis, vol. 7, no. 2, pp. 717–726, 2023.
[7] A. N. Susan and Amir Faizal, “Pengaruh leverage, capital intensity, sales growth, dan kepemilikan institusional terhadap tax avoidance,” Jurnal Ekonomi Trisakti, vol. 3, no. 1, pp. 877–888, 2023. https://doi.org/10.25105/jet.v3i1.15878
[8] T. Sinambela and L. Nuraini, “Pengaruh umur perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap tax avoidance,” INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, vol. 5, no. 1, pp. 25–34, 2021. https://doi.org/10.31842/jurnalinobis.v5i1.209
[9] A. N. Pratiwi and L. W. Widati, “14.+Aldha+Hal 445–452,” vol. 7, no. 2, pp. 442–452, 2024.
[10] D. Puspitasari, F. Radita, A. Firmansyah, J. Akuntansi, P. Keuangan, and N. Stan, “Penghindaran pajak di Indonesia: Profitabilitas, leverage, dan capital intensity,” Jurnal Riset Akuntansi Tirtayasa, vol. 6, no. 2, pp. 138–152, 2021.
[11] A. A. Putri, Z. Azmi, and J. Arsa, “Apakah sales growth, leverage dan capital intensity mempengaruhi tax avoidance?” Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, vol. 11, no. 1, pp. 1–11, 2021. https://doi.org/10.37859/jae.v11i1.1534
[12] D. P. Lukito, “Pengaruh capital intensity, profitabilitas, dan financial distress terhadap tax avoidance,” Jurnal Akuntansi dan Perpajakan, vol. 10, no. 2, pp. 117–125, 2021.
[13] M. P. Umar, R. W. D. Paramita, and M. Taufiq, “The effect of leverage, sales growth and profitability on tax avoidance,” Assets: Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi, Keuangan dan Pajak, vol. 5, no. 1, pp. 24–29, 2021. https://doi.org/10.30741/assets.v5i1.679
[14] N. Safitri and T. W. Damayanti, “Sales growth dan tax avoidance dengan kepemilikan institusional sebagai variabel pemoderasi,” Perspektif Akuntansi, vol. 4, no. 2, pp. 175–216, 2021. https://doi.org/10.24246/persi.v4i2.p175-216
[15] N. Susyani and M. Marlina, “Pengaruh struktur kepemilikan pada profitabilitas perusahaan asuransi di Indonesia,” Portofolio: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi, vol. 19, no. 1, pp. 35–48, 2022. https://doi.org/10.54783/portofolio.v19i1.240
[16] L. Fazilah, A. W. Ahmad, and D. M. Rissi, “Pengaruh kepemilikan institusional, capital intensity, inventory intensity, dan profitabilitas terhadap tax avoidance,” Jurnal Ekonomi Bisnis dan Manajemen, vol. 2, no. 4, pp. 151–162, 2024. https://doi.org/10.59024/jise.v2i4.955
[17] S. Nurhasanah and D. Indradi, “Pengaruh intensitas modal, pertumbuhan penjualan, dan financial distress terhadap penghindaran pajak (Studi empiris perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2018–2022),” pp. 20–31, 2023. https://dmi-journals.org/ijms/index
[18] Febriyanto, S. Hamzah, and Suripto, “Pengaruh struktur modal, capital intensity, dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance,” Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS), vol. 5, no. 1, pp. 269–280, 2025. https://doi.org/10.47233/jebs.v5i1.2496
[19] D. Puspitasari, D. P. Saputro, I. Cahyaningsih, Iriyanti, and W. Irawati, “Pengaruh sales growth, financial distress dan intensitas modal terhadap tax avoidance perusahaan,” Webinar Nasional & Call For Paper: Artificial Intelligence’s Impact on Auditing, vol. 2, no. 2, pp. 70–89, 2023.
[20] Arumtyas Safitri and Ickhsanto Wahyudi, “Pengaruh profitabilitas, pertumbuhan penjualan, capital intensity, dan ukuran perusahaan terhadap tax avoidance,” BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, vol. 1, no. 4, pp. 662–670, 2022.
[21] Rizkia Saputra, Aldo Aulia Suhaeri, and Marhaeni H., “Pengaruh komisaris independensi dan pertumbuhan penjualan terhadap penghindaran pajak,” Jurnal Ekonomi: Journal of Economic, vol. 14, no. 2, pp. 163–177, 2023. https://doi.org/10.47007/jeko.v14i02.6654
[22] R. Handayani, “Pengaruh intensitas modal, transfer pricing dan pertumbuhan penjualan terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor perindustrian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018–2022,” Αγαη, vol. 15, no. 1, pp. 37–48, 2024.
[23] R. Rahmawati and W. Irawati, “Pengaruh inventory intensity, kepemilikan institusional dan transfer pricing terhadap tax avoidance,” Monex Journal Research Accounting Politeknik Tegal, vol. 12, no. 2, pp. 180–194, 2023. https://doi.org/10.30591/monex.v12i2.4836
[24] N. Safangah, “Pengaruh kompensasi eksekutif,” vol. 1, no. 1, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riska Karlina, Ajimat Ajimat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















