Analisis Perubahan Garis Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut di Desa Bedono dan Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

Authors

  • Bintang Aona Nur Saputra Universitas Islam Sultan Agung
  • Dega Adi Prabowo Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12331

Keywords:

Abrasi, Kenaikan Muka Air Laut, Penurunan Tanah, Sistem Drainase

Abstract

Pesisir Kecamatan Sayung, Demak, mengalami degradasi parah akibat abrasi, banjir rob, dan penurunan tanah yang mengganggu sistem drainase. Penelitian ini menganalisis perubahan garis pantai (2005–2025), kenaikan muka air laut (SLR), penurunan tanah, serta dampaknya pada kapasitas hidraulik saluran. Metode mencakup interpretasi citra satelit multitemporal dengan indeks MNDWI dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menghitung Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR), analisis data pasang surut Badan Informasi Geospasial, sintesis laju subsiden dari berbagai studi InSAR (DInSAR, PS-InSAR, SBAS) dan GNSS, serta survei lapangan dimensi saluran dan genangan yang dianalisis dengan persamaan Manning. Hasil menunjukkan dominasi abrasi seluas 286,94 ha berbanding akresi 8,86 ha (rasio 32:1), dengan rata-rata mundur garis pantai 32,5 m/tahun dan total 650 m, serta laju tertinggi -44 m/tahun (2015–2020). HAT aktual +0,554 m, tipe pasut campuran dominan harian tunggal. Laju SLR absolut 4,4 mm/tahun, RSLR 7,9 mm/tahun, akumulasi 2005–2025 sebesar 15,8 cm; proyeksi 2050 mencapai 73,8–82,5 cm. Laju penurunan tanah rata-rata 12,07 cm/tahun (maksimum 21 cm/tahun) atau 32–40 kali SLR global, menjadikan 81,2% area tergenang permanen (data JRC). Saluran drainase meluap 15–29 cm saat HAT, menunjukkan kegagalan sistem gravitasi. Disimpulkan subsidensi sebagai faktor dominan kerusakan. Diperlukan pengendalian penurunan tanah, infrastruktur pengendali rob, dan rehabilitasi drainase adaptif dan pemantauan jangka panjang berbasis data satelit serta model hidraulik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] H. Z. Abidin, H. Andreas, I. Gumilar, and Y. Fukuda, "Land subsidence in coastal city of Semarang (Indonesia): characteristics, impacts and causes," Geomatics, Natural Hazards and Risk, vol. 4, no. 3, pp. 226–240, 2013.

[2] H. Bakti, "Analisis genangan banjir rob di wilayah pesisir," Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 15, no. 2, pp. 85–92, 2010.

[3] D. L. Galloway, D. R. Jones, and S. E. Ingebritsen, Land Subsidence in the United States, U.S. Geological Survey Circular 1182, 2008.

[4] S. Hutabarat, Geologi Lingkungan dan Penurunan Tanah di Indonesia. Jakarta: Badan Geologi, 2017.

[5] Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Cambridge, U.K.: Cambridge University Press, 2021.

[6] F. Kasim and M. A. Salam, "Analisis perubahan garis pantai menggunakan data penginderaan jauh," Jurnal Ilmu Kelautan, vol. 20, no. 4, pp. 211–220, 2015.

[7] R. J. Kodoatie and R. Sjarief, Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Andi, 2005.

[8] M. A. Marfai, "Pemodelan spasial banjir rob di wilayah pesisir Semarang," Jurnal Geografi, vol. 1, no. 2, pp. 45–53, 2004.

[9] A. Nontji, Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan, 2002.

[10] E. Nurhayati, "Pengaruh perubahan iklim terhadap kenaikan muka air laut di Indonesia," Jurnal Sains dan Teknologi Kelautan, vol. 7, no. 1, pp. 1–10, 2012.

[11] M. Panjaitan et al., "Analisis penyebab banjir rob di wilayah pesisir," Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 27, no. 1, pp. 55–63, 2021.

[12] D. T. Pugh, Tides, Surges and Mean Sea-Level. Chichester, U.K.: John Wiley & Sons, 1987.

[13] D. Sarah, "Kajian penurunan tanah di wilayah pesisir Indonesia," Jurnal Geoteknik Indonesia, vol. 18, no. 1, pp. 33–42, 2022.

[14] Suripin, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi, 2003.

[15] Suripin, Drainase Perkotaan. Yogyakarta: Andi, 2004.

[16] B. Triatmodjo, Teknik Pantai. Yogyakarta: Beta Offset, 1999.

[17] B. Triatmodjo, Perencanaan Bangunan Pantai. Yogyakarta: Beta Offset, 2012.

[18] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

[19] Wetlands International, Laporan Penurunan Tanah di Wilayah Pesisir Indonesia, 2019.

[20] S. I. Wahyudi, "Perubahan garis pantai akibat aktivitas manusia," Jurnal Teknik Sipil, vol. 16, no. 2, pp. 101–110, 2009.

[21] B. D. Yuwono, S. Subiyanto, A. S. Pratomo, and N. Najib, "Time series of land subsidence rate on coastal Demak using GNSS CORS UDIP and DInSAR," E3S Web of Conferences, vol. 94, 2019.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
B. A. N. Saputra and D. A. Prabowo, “Analisis Perubahan Garis Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut di Desa Bedono dan Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 23557–23568, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles