Keterkaitan Literasi Digital dengan Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa dalam Menghadapi Informasi di Media Sosial

Authors

  • Safinatun Najah Universitas Negeri Surabaya
  • Sheren Yolandha Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Dike Setiawan Universitas Negeri Surabaya
  • Dian Triwulansari Universitas Negeri Surabaya
  • Dwi Ratna Swari Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9260

Keywords:

Evaluasi Informasi, Literasi Digital, Mahasiswa, Media Sosial, Membaca Kritis

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara mahasiswa memperoleh, mengakses, dan mengolah informasi, khususnya melalui media sosial yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan akses informasi di media sosial tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, maupun informasi yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital dan membaca kritis menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki mahasiswa agar mampu menyaring informasi secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan kemampuan membaca kritis mahasiswa dalam menghadapi informasi di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel literasi digital dan kemampuan membaca kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tingkat literasi digital tinggi cenderung lebih mampu mengevaluasi informasi secara objektif, membedakan fakta dan opini, serta menilai kredibilitas sumber informasi yang diperoleh dari media sosial. Sebaliknya, mahasiswa dengan tingkat literasi digital rendah cenderung lebih mudah menerima informasi tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca kritis mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pendidikan guna mendukung kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. M. Kaplan and M. Haenlein, “Users of the world, unite: The challenges and opportunities of social media,” Bus. Horiz., vol. 53, no. 1, pp. 59–68, 2010, doi: 10.1016/j.bushor.2009.09.003.

H. Allcott and M. Gentzkow, “Social media and fake news in the 2016 election,” J. Econ. Perspect., vol. 31, no. 2, pp. 211–236, 2017, doi: 10.1257/jep.31.2.211.

A. L. Association, “Information literacy competency standards for higher education,” 2000.

OECD, “PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do,” 2019.

Siswati, “Kemampuan membaca kritis mahasiswa dalam memahami informasi,” J. Pendidik. Bhs. dan Sastra, 2019.

UNESCO, “A global framework of reference on digital literacy skills,” 2018.

E. Commission, “DigComp 2.1: The digital competence framework for citizens,” 2018.

Sharron and J. Abraham, “The Role of Curiosity in Making Up Digital Content Promoting Cultural Heritage BT - 5th Arte Polis International Conference and Workshop – Reflections on Creativity: Public Engagement and The Making of Place,” Bandung, Indonesia, 2015.

Q. Wu, Z. Shen, and C. Miao, “Merangsang rasa ingin tahu siswa dengan agen pendamping di lingkungan belajar virtual BT - EdMedia+ Innovate Learning,” 2013, pp. 2401–2409.

H. A. Naufal, “Literasi Digital,” Perspektif, vol. 1, no. 2, pp. 195–202, 2021, doi: 10.53947/perspekt.v1i2.32.

UNESCO, “Media and information literacy curriculum for educators and learners,” 2021.

E. van Laar, A. J. van Deursen, J. A. van Dijk, and J. de Haan, “The relation between 21st-century skills and digital skills,” Comput. Human Behav., vol. 72, pp. 577–588, 2017, doi: 10.1016/j.chb.2017.03.010.

E. C. Tandoc, Z. W. Lim, and R. Ling, “Defining fake news: A typology of scholarly definitions,” Digit. Journal., vol. 6, no. 2, pp. 137–153, 2018, doi: 10.1080/21670811.2017.1360143.

A. M. Guess, J. Nagler, and J. A. Tucker, “Less than you think: Prevalence and predictors of fake news dissemination on Facebook,” Sci. Adv., vol. 6, no. 14, 2020.

S. Wineburg and S. McGrew, “Lateral reading: Reading less and learning more when evaluating digital information,” Stanford University, 2017.

W. Ng, “Can we teach digital natives digital literacy?,” Comput. Educ., vol. 59, no. 3, pp. 1065–1078, 2012, doi: 10.1016/j.compedu.2012.04.016.

A. Pratama, “Perilaku membaca mahasiswa di media sosial dalam era digital BT - Semdikjar Proceedings,” Universitas PGRI Kediri, 2023.

A. Rohman, “Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca kritis mahasiswa,” Didact. Bhs., 2022.

T. Hidayat, I. Sari, and D. Noviani, “Pengaruh literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di era Society 5.0,” J. Multidisiplin West Sci., vol. 4, no. 8, pp. 1404–1415, 2025.

Downloads

Published

26-05-2026

How to Cite

[1]
S. Najah, S. Y. Putri, D. Setiawan, D. Triwulansari, and D. R. Swari, “Keterkaitan Literasi Digital dengan Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa dalam Menghadapi Informasi di Media Sosial”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 5123–5129, May 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.