Penerapan Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Multipara

Authors

  • Ni Luh Lusi Triani Poltekkes Kemenkes Denpasar
  • Ni Made Dwi Purnamayanti Poltekkes Kemenkes Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.9256

Keywords:

pijat oksitosin, produksi ASI, ibu multipara, menyusui

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada ibu multipara yang telah memiliki pengalaman persalinan sebelumnya. Produksi ASI yang tidak lancar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi psikologis ibu, kelelahan pascapersalinan, kurangnya stimulasi hormon, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dinilai efektif untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Pijat ini dilakukan pada area tulang belakang hingga skapula guna merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara berdasarkan hasil literature review dari berbagai penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan systematic review dengan pendekatan PRISMA terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin, baik ditinjau dari volume ASI, frekuensi menyusui, maupun tanda kecukupan ASI pada bayi. Selain itu, pijat oksitosin juga membantu ibu merasa lebih rileks dan nyaman selama masa menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara serta dapat dijadikan intervensi pendukung dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan pijat oksitosin secara rutin oleh tenaga kesehatan maupun anggota keluarga diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif, memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, serta menurunkan risiko penghentian menyusui dini. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik pijat oksitosin perlu diberikan secara berkelanjutan pada masa antenatal dan postnatal bagi ibu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

P. Wulandari, R. Nurmadinisia, and R. Farma, “Edukasi Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi Asi Pada Ibu Menyusui,” vol. 7, no. 3, 2025.

S. N. H. Saleh, “Edukasi Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui”.

T. Fatrin, M. Soleha, T. Apriyanti, Y. Sari, and A. Aryanti, “Edukasi praktik pijat oksitosin terhadap peningkatan kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI),” J. Pengabdi. Masy. Humanity Med., vol. 3, no. 1, pp. 39–46, Mar. 2022, doi: 10.32539/Hummed.V3I1.73.

D. Murtiningsih, “Efektifitas Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi Asi”.

Y. Yushida and E. Zahara, “Efektifitas pijat oksitosin dengan penyuluhan teknik menyusui menggunakan leaflet terhadap produksi ASI pada ibu post partum multipara,” J. SAGO Gizi Dan Kesehat., vol. 2, no. 2, p. 136, Sep. 2021, doi: 10.30867/gikes.v2i2.661.

D. T. Wijayanti, I. Pattimura, L. Nur’anisyah, I. Febriyani, Askuri, and H. Setiyaningsih, “Efektifitas Teknik Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui : Systematic Review,” J. Health Educ. Sci. Technol., vol. 7, no. 2, pp. 133–152, Jan. 2025, doi: 10.25139/htc.v7i2.8683.

A. Ulfa, D. N. A. Sari, E. Timiyatun, and A. Setyorini, “Efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan asi pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan: studi pra-eksperimental di Queen Baby Spa Sleman,” 2025.

J. B. Nainggolan and H. H. Pranoto, “Manfaat Pijat Oksitosin pada Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Komperensif untuk Melancarkan Produksi ASI di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat”.

N. Indrasari, “Meningkatkan Kelancaran ASI dengan Metode Pijat Oksitoksin pada Ibu Post Partum,” J. Ilm. Keperawatan Sai Betik, vol. 15, no. 1, p. 48, Jul. 2019, doi: 10.26630/jkep.v15i1.1325.

L. S. Octavia and Y. Purwati, “Pemberian Pijat Oksitosin Pada Pasien Post Partum Spontan Dengan Menyusui Tidak Efektif”.

Nabila Luthfiah Sungkar and Norman Wijaya Gati, “Penerapan Pijat Oksitosin Oleh Suami Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Desa Ngrukuh Kabupaten Klaten,” J. Mhs. Ilmu Kesehat., vol. 1, no. 4, pp. 193–203, Sep. 2023, doi: 10.59841/jumkes.v1i4.282.

Anik Purwati and Safra Fadel, “Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran ASI Di UPT Puskesmas Weda Maluku Utara,” J. Kesehat., vol. 14, no. 2, pp. 79–85, Dec. 2025, doi: 10.37048/kesehatan.v14i2.616.

N. K. Wardhani and P. Wulandari, “Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Masalah Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum Spontan,” vol. 5, no. 3, 2024.

Vina Sutratul Putri, Riona Sanjaya, Komalasari Komalasari, and Inggit Primadevi, “Pengaruh Pijat Oksitosin pada Ibu Nifas untuk Meningkatkan Produksi ASI,” J. Kesehat. Amanah, vol. 9, no. 1, pp. 11–20, May 2025, doi: 10.57214/jka.v9i1.699.

D. R. Lubis and L. Anggraeni, “Pijat Oksitosin Terhadap Kuantitas Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Yang Memiliki Bayi Berusia 0-6 BULAN,” vol. 7, 2021.

Published

26-05-2026

How to Cite

[1]
N. L. L. Triani and N. M. D. Purnamayanti, “Penerapan Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Multipara”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 5115–5122, May 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.