Peran Orang Tua untuk Membetuk Moralitas Anak Usia 6-12 Tahun dalam Berinteraksi

Authors

  • Rahmad Supu Universitas Negeri Gorontalo
  • Rahmatiah Rahmatiah Universitas Negeri Gorontalo
  • Rudy Harold Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.8997

Keywords:

Peran Orang Tua, Interaksi Sosial, Anak, Pola Asuh, Moral dan Etika

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran orang tua dalam membentuk kemampuan interaksi sosial anak usia 6-12 tahun di Desa Permata. Penelitian ini mencakup peran orang tua sebagai pembimbing, teladan, dan pengawas, pola asuh yang diterapkan, proses interaksi antara orang tua dan anak, serta faktor pendukung dan penghambat dalam perkembangan interaksi sosial anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua memiliki peranan yang besar dalam membentuk kemampuan interaksi sosial anak melalui pemberian arahan, contoh perilaku, pengawasan, serta penerapan pola asuh dalam kehidupan sehari-hari. faktor lingkugan, penggunaan gedget, dan kurangnya pengawasan orang tua menjadi hambatan dalam perkembangan interaksi sosial anak. Selain itu, emerintah desa turut mendukung perkembangan sosial anak melalui kegiatan pengajian yang disertai pembelajaran etika dan perilaku sosial.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemampuan interaksi sosial anak usia 6-12 tahun di Desa Permata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brym, R. & Lie, J. (2018) Introductio To Sociology ( 3RD ED) Nelson Eduction

Bandura, A. (1997). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, Jakarta : Rineka Cipta.

Baumrind, D. (1967). Child Care Practices Anteceding Three Patterns of Preschool Behavior. Genetic Psychology Manographs, 75(1), 43-88.

Brym, R. & Lie, J. (2018) Introductio To Sociology ( 3RD ED) Nelson Eduction

Daniel Haryono dan Marwan, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru, (Jakarta Barat, PT Media Pustaka Phoenix, 2010), h. 666

Desmita, Psikologi Perkembangan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 156.

Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak, Jilid I, (Jakarta: Erlangga, 1988), hlm. 38-40

Elly M. Setiadi. (2017) Ilmu Sosial dan Budaya. Jakarta : kencana

Farida R. dan Sri M.k., (2019) Pengatar Ilmu Sosiologi. Klaten : Cempaka Putih

Hurlock, E. B. (1999). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Husain Mazhahiri, Pintar Mendidik Anak, (Jakarta, PT Lentera Basritama, 2003), h. 201-207

Miles, M. B., Huberman, A.M., & Saldana, J. (2014) Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: Sage Publications.

Moleong, L. J (2018). Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muchtar Ilyas, Modul Penasihat Perkawinan dan Keluarga Sakina, (Jakarta, Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam Dan Pembinaan Syariah, 2007), h. 62

Siti Partini Suardiman, Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta: FIP IKIP Yogyakarta, 1987), hlm. 41.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Ta. Tatag Utomo, Mencegah Mengatasi Krisis Anak melalui Pengembangan sikap Mental Orang Tua, (Jakarta, PT Grasindo, 2005), h. 3-25.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind In Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama,(Jakarta, PT Bulan Bintang, 2003), h. 35-74.

Merton, R. K. (1938). Social Structure and Anomie. American Sociological.

Downloads

Published

09-06-2026

How to Cite

[1]
R. Supu, R. Rahmatiah, and R. Harold, “Peran Orang Tua untuk Membetuk Moralitas Anak Usia 6-12 Tahun dalam Berinteraksi”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 7429–7436, Jun. 2026.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)