Analisis Konektivitas dan Aksesibilitas Transportasi Penyeberangan Dua Lintasan di Nias Selatan

Authors

  • Rizaldi Aidil Putra Siregar Universitas Terbuka
  • Anisa Tiara PTDI-STTD

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.14005

Keywords:

Konektivitas, Aksesibilitas, Transportasi Penyeberangan, Nias Selatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik operasional, pemanfaatan kapasitas, dan fungsi kewilayahan pada lintasan penyeberangan Teluk Dalam–Sibolga dan Teluk Dalam–Pulau Tello di Kabupaten Nias Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data operasional periode Mei 2025–Mei 2026 yang meliputi jumlah penumpang, kendaraan, dan perjalanan (trip) tercapai. Analisis dilakukan melalui total dan rata-rata volume per trip, komposisi kendaraan, frekuensi perjalanan, Load Factor (LF), serta Koefisien Variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan Teluk Dalam–Sibolga melayani 29.526 penumpang dan 3.492 kendaraan dalam 135 trip, sedangkan lintasan Teluk Dalam–Pulau Tello melayani 4.166 penumpang dan 897 kendaraan dalam 136 trip. Rata-rata penumpang per trip masing-masing sebesar 218,71 orang dan 30,63 orang, sedangkan rata-rata kendaraan per trip sebesar 25,87 unit dan 6,60 unit. LF penumpang pada lintasan Sibolga mencapai 57,6% dan Tello 11,8%, sementara LF kendaraan masing-masing 64,7% dan 47,1%. Variasi permintaan juga lebih tinggi pada lintasan Tello, dengan CV penumpang 73,9% dibandingkan 46,5% pada Sibolga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa frekuensi pelayanan yang hampir sama dapat mendukung fungsi kewilayahan yang berbeda. Lintasan Teluk Dalam–Sibolga berperan sebagai koridor konektivitas regional, sedangkan Teluk Dalam–Pulau Tello berperan sebagai koridor aksesibilitas dan pemerataan wilayah kepulauan. Oleh karena itu, evaluasi pelayanan perlu mempertimbangkan efisiensi kapasitas, kontinuitas layanan, hubungan pusat–hinterland, dan ketahanan jaringan secara bersamaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. W. G. Hansen, “How accessibility shapes land use,” Journal of the American Institute of Planners, vol. 25, no. 2, pp. 73–76, 1959. doi: 10.1080/01944365908978307.

2. N. S. Hadjidimitriou, A. Reggiani, J. Östh, and M. Mamei, “Hansen’s accessibility theory and machine learning: A potential merger,” Networks and Spatial Economics, 2025. doi: 10.1007/s11067-025-09674-2.

3. H. W. Kurniawan and J. Aminata, “Pengaruh infrastruktur transportasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang,” Diponegoro Journal of Economics, vol. 12, no. 2, pp. 13–20, 2023. doi: 10.14710/djoe.37676.

4. I. A. Ahmad, M. Manaf, and I. Yahya, “Pengaruh keberadaan pelabuhan ferry Kolaka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar,” Journal of Urban Planning Studies, vol. 6, no. 1, pp. 50–60, 2025.

5. A. Mustakim, H. I. Nur, and H. Agustinus, “Analysis of the connectivity index and accessibility of the archipelago: Case studies of the Islands of Maluku and Papua,” Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, vol. 8, no. 1, pp. 59–68, 2017. doi: 10.30649/japk.v8i1.56.

6. R. Lovina, “Kajian konektifitas antar pulau di wilayah Kepulauan Riau,” Jurnal Potensi, vol. 2, no. 2, 2022. doi: 10.37776/jpot.v2i2.1013.

7. W. Akustia, H. Juniati, F. S. Purwiningsih, J. Malisan, A. Mutholib, H. Tarigan, P. Purwoko, D. Sulistyono, T. B. Purwantini, and H. Haryati, “Transportation connectivity development strategy in the Wakatobi islands, Indonesia,” Journal of Infrastructure Policy and Development, vol. 8, no. 12, 7606, 2024. doi: 10.24294/jipd.v8i12.7606.

8. N. H. DJAIMIN, M. TOKITO, S. ASANO, I. SAIZEN, and Z. SALIM, “Evaluation of sea transportation connectivity and its impact on economic development in the Maluku Archipelago Area, Indonesia,” Journal of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, vol. 16, PP3989, 2025. doi: 10.11175/easts.16.PP3989.

9. W. Christaller, Die zentralen Orte in Süddeutschland. Gustav Fischer, 1933.

10. N. D. Patandean, S. K. Aksa, and I. Yahya, “Pengaruh aksesibilitas Jalan Lingkar Barat Tallasa City terhadap perubahan pemanfaatan guna lahan di Kecamatan Tamalanrea,” Journal of Urban Planning Studies, vol. 2, no. 1, 2021. doi: 10.35965/jups.v2i1.88.

11. Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan, “Kabupaten Nias Selatan dalam angka 2025,” BPS Kabupaten Nias Selatan, 2025.

12. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Peraturan Daerah Kabupaten Nias Selatan Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Nias Selatan Tahun 2014–2034, 2014.

13. U. Amriardi and I. G. N. S. Buana, “Studi keberlanjutan layanan angkutan penyeberangan wilayah kepulauan: Studi kasus lintas penyeberangan Kuala Tungkal–Dabo Singkep,” Jurnal Wave, vol. 13, no. 2, pp. 69–82, 2019.

14. D. Puspitawati, “Pembangunan wilayah kepulauan berlandaskan poros maritim dalam perspektif negara kepulauan: Tantangan dan peluang perimbangan keuangan daerah,” Bina Hukum Lingkungan, vol. 4, no. 2, pp. 251–263, 2020. doi: 10.24970/bhl.v4i2.107.

15. F. Tampubolon, S. Sarjana, G. Z. Ma’arif, and A. Pramono, “Pengembangan aksesibilitas transportasi guna menunjang pariwisata ke Kepulauan Seribu,” International Water Transport Journal, vol. 7, no. 1, 2025.

16. A. Rizaldi, A. Muzwardi, E. Santoso, M. Iffan, and M. Fera, “The strategic development of maritime connectivity in the border area in Indonesia,” Journal of Eastern European and Central Asian Research (JEECAR), vol. 10, no. 4, pp. 701–711, 2023. https://doi.org/10.15549/jeecar.v10i4.1378

17. M. Imron, N. Marsaoly, M. T. Y. Saputra, and I. Rauf, “Analysis of the Connectivity Index for Sea Transportation in Archipelagic Regions (Case Study of South Halmahera Regency),” South Asian Research Journal of Engineering and Technology, vol. 6, no. 5, 2024. https://doi.org/10.36346/sarjet.2024.v06i05.003

18. F. Hatziioannidu and A. Polydoropoulou, “Transport modelling of the ferry network in the Aegean archipelagos and its airline alternatives: Analytics, visualisation, and insights,” Maritime Transport Research, vol. 3, p. 100076, 2022. https://doi.org/10.1016/j.martra.2022.100076

19. F. Hatziioannidu and A. Polydoropoulou, “Identifying passenger preferences for alternative ferry transport hubs,” Research in Transportation Economics, vol. 96, p. 101221, 2022. https://doi.org/10.1016/j.retrec.2022.101221

20. Mafrisal, M. Y. Jinca, M. S. S. Ali, and M. Asdar, “Strategies for Enhancing Inter-Island Transportation Performance in Makassar, Indonesia: An Integrated Planning Approach,” International Journal of Transport Development and Integration, vol. 8, no. 1, pp. 79–89, 2024. https://doi.org/10.18280/ijtdi.080107

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
R. A. P. Siregar and A. Tiara, “Analisis Konektivitas dan Aksesibilitas Transportasi Penyeberangan Dua Lintasan di Nias Selatan”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 28456–28464, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles