Sistem Pemantauan Kelembaban dan Suhu Tanah Pembibitan Kelapa Sawit Berbasis IoT
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12889Keywords:
Internet of Things, Kelembaban Tanah, Suhu Tanah, ESP32, Kelapa SawitAbstract
Pemantauan kelembaban dan suhu tanah pada pembibitan kelapa sawit selama ini masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien, tidak konsisten, dan tidak bersifat real-time. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemantauan kelembaban dan suhu tanah berbasis Internet of Things (IoT) pada pembibitan kelapa sawit di Desa Kempas Jaya. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor soil moisture kapasitif, dan sensor suhu DS18B20, dengan tampilan lokal pada LCD 16x2 I2C. Data dikirim melalui jaringan WiFi ke backend REST API berbasis Laravel dan basis data MySQL, kemudian ditampilkan pada aplikasi Android beserta status kondisi tanah (AMAN, WASPADA, dan BAHAYA), grafik tren, riwayat, dan notifikasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall yang mencakup pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi 97,8% dengan rata-rata selisih 2,2% terhadap alat ukur referensi dan simpangan baku 0,87% pada uji stabilitas. Hasil uji lapangan pada lima titik menunjukkan bahwa sistem mampu membedakan kondisi tanah berdasarkan standar kelembaban 60-80% dan suhu 24-28 derajat C untuk pembibitan kelapa sawit. Integrasi tampilan lokal, penyimpanan data, klasifikasi kondisi, dan akses melalui aplikasi memungkinkan pemantauan dilakukan secara real-time, baik di lokasi maupun dari jarak jauh. Sistem ini dapat membantu petani mengenali perubahan kondisi tanah dan mendukung pengambilan keputusan penyiraman secara lebih cepat, terukur, dan konsisten.
Downloads
References
[1] S. Maisarah et al., “Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan Buzzer dan Telegram berbasis IoT,” Sistemasi, vol. 13, pp. 2756-2766, 2024.
[2] A. Setiawan dan Ilyas, “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data Pasien Rawat Jalan Berbasis Web di Puskesmas Desa Tanah Merah,” J. Perangkat Lunak, vol. 3, no. 2, pp. 77-83, 2021, doi: 10.32520/jupel.v3i2.1621.
[3] W. Waloyo, R. Suwaji, A. Sholihin, H. Hepiyanto, dan R. I. Sabella, “Revolusi Manajemen SDM: Menerapkan Big Data untuk Efisiensi dan Strategi HR di Era Data-Driven,” EKOMA, vol. 4, no. 1, pp. 2185-2192, 2024, doi: 10.56799/ekoma.v4i1.6136.
[4] T. Kurniawan, “SIMPATIKA: Sistem Pemantauan Kelembaban Tanah dan Suhu pada Budidaya Mangga di Desa Sumberjaya Karawang,” Telekontran, vol. 13, no. 1, pp. 47-55, 2025, doi: 10.34010/telekontran.v13i1.15563.
[5] I. M. S. Kumara, I. K. A. W. Raharja, I. M. A. Bhaskara, D. Enda, dan N. Putu, “Pengembangan Smart Tree-Tagging Berbasis AIoT untuk Monitoring Pemeliharaan Pohon Alpukat,” Resistor, vol. 3, no. 1, pp. 59-69, 2025.
[6] F. Mahfud, H. Ardiansyah, dan M. R. Aprillya, “Sistem Monitoring Kelembaban Tanah dengan Sensor Soil Moisture Berbasis Internet of Things,” J. Informatika Polinema (JIP), pp. 117-124, 2018.
[7] W. A. Pulungan dan F. R. Priyana, “Monitoring Kelembaban Tanah pada Tanaman Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah YL-69,” J. Mutiara Elektromedik, vol. 9, no. 1, pp. 10-18, 2025.
[8] I. Setiawan, Junaidi, Fadjryani, dan F. R. Amaliah, “Internet of Things (IoT) for Soil Moisture Detection Using Time Series Model,” J. Online Inform., vol. 7, no. 2, pp. 236-243, 2022, doi: 10.15575/join.v7i2.951.
[9] A. F. Ardianto, E. S. Rahmasari, dan A. P. Pratama, “Smart Irrigation System Berbasis IoT dengan Sensor Soil Moisture dan DHT22 Menggunakan Sumber Daya Terbarukan,” Pros. Semin. Nas. Teknol. Inf. dan Bisnis, pp. 500-511, 2025, doi: 10.47701/2p6nej88.
[10] S. Kumari, N. Ali, M. Dagati, dan Y. Dong, “IoT-Enabled Soil Moisture and Conductivity Monitoring Under Controlled and Field Fertigation Systems,” AgriEngineering, vol. 7, no. 7, 2025, doi: 10.3390/agriengineering7070207.
[11] S. Anto dan A. A. Magriyanti, “Perancangan Sistem Monitoring Kualitas Tanah Sawah dengan Parameter Suhu dan Kelembaban Tanah Menggunakan Arduino Berbasis IoT,” Elkom, vol. 15, no. 2, pp. 234-241, 2022, doi: 10.51903/elkom.v15i2.896.
[12] B. Sutomo, T. A. Saputri, dan I. W. Satria, “Utilizing IoT Technology for Soil Moisture Management through Integration of pH and Moisture Sensors in an Android Application for Rice Farming,” Int. J. Softw. Eng. Comput. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 248-258, 2025, doi: 10.35870/ijsecs.v5i1.3538.
[13] D. Y. Prasetyo dan F. Yunita, “Sistem Informasi E-Kasir pada Berry Konveksi Tembilahan,” Remik, vol. 6, no. 4, pp. 875-885, 2022, doi: 10.33395/remik.v6i4.11873.
[14] L. M. A. H. Ramadan, K. F. A. Kamarati, E. Rositah, dan N. Alim, “Land Suitability Study for Oil Palm Plantations on the Politani Samarinda Oil Palm Experimental Garden Land,” Jurnal Agriment, vol. 10, no. 1, pp. 72-81, 2025.
[15] N. Effendi, D. Handoko, F. Azim, dan F. Farida, “Rancangan Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Pembibitan Kelapa Sawit Berbasis Internet of Things,” Jurnal CoSciTech, vol. 5, no. 2, pp. 358-366, 2024, doi: 10.37859/coscitech.v5i2.7572.
[16] M. Melani, Khairman, dan R. B. Ginting, “Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Sensor Soil Moisture Berbasis IoT untuk Mendukung Pertumbuhan Bibit Unggul Kelapa Sawit,” JERKIN, vol. 5, no. 1, pp. 1274-1278, 2026, doi: 10.31004/jerkin.v5i1.7399.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadea Tri Atmaja, Dwi Yuli Prasetyo, Ilyas Ilyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















