Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Tingkat Kriminalitas di Provinsi Sumatera Utara

Authors

  • Diva Alnaya State University of Medan
  • Joko Suharianto State University of Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12804

Keywords:

Kriminalitas, Kemiskinan, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, IPM

Abstract

Fenomena kriminalitas di Provinsi Sumatera Utara terus memprihatinkan khsusunya terjadi di era pasca covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi terhadap terhadap tingkat kriminalitas di Provinsi Sumatera Utara. Variabel makro yang dikaji dalam penelitian ini adalah kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi dan IPM. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan (time series) yang bersumber dari BPS Sumatera tahun amatan 2010-2025 (16 tahun). Penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Adapun hasil penelitian ini adalah Kemiskinan tidak berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas, Pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas, Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kriminalitas, IPM tidak berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas, dan Secara simultan kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas di Prov. Sumatera Utara dengan kontribusi sebesar 64,7 persen, sisanya 35,3 persen dipengaruhi oleh variable lain. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kriminalitas di Prov. Sumatera Utara, sehingga perlu ada upaya pemerataan pendapatan masyarakat agar hasil pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Soekanto, Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali Pers., 2014.

[2] A. Wulan, “Pengaruh Tingkat Kemiskinan Dan Tingkat Pengangguran Terbuka (Tpt) Terhadap Tingkat Kriminalitas Provinsi Lampung Dalam Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2017-2022,” UIN Raden Intan Lampung, 2023.

[3] Crutchfield, R. D. (2014). Get a job: Labor markets, economic opportunity, and crime. New York, NY: Russell Sage Foundation.

[4] Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Indonesia 2025. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.

[5] Becker, G. S. (1968). Crime and punishment: An economic approach. Journal of Political Economy, 76(2), 169–217.

[6] Fajnzylber, P., Lederman, D., & Loayza, N. (2002). Inequality and violent crime. The Journal of Law and Economics, 45(1), 1–39. https://doi.org/10.1086/338347

[7] Budiartha, D. A., & Anggraini, E. D. (2024). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Ketimpangan Pendapatan dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kriminalitas di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(11).

[8] Sen, A. (1999). Development as freedom. New York, NY: Alfred A. Knopf.

[9] Ardelia, A. S. (2023). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Kriminalitas Di Kalimantan Barat Dalam Kerangka Ekonomi Islam. Jurnal Muamalat Indonesia-Jmi, 3(1).

[10] Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 (sembilan). Semarang : Universitas Diponegoro.

[11] Agnew, R. (2006). Pressured Into Crime: An Overview of General Strain Theory. Los Angeles: Roxbury Publishing.

[12] Pare, P. P., & Felson, R. (2014). Income inequality, poverty and crime across nations. The British Journal of Sociology, 65(3), 434–458. https://doi.org/10.1111/1468-4446.12083

[13] Sugiharti, L., Purwono, R., Esquivias, M. A., & Rohmawati, H. (2023). The nexus between crime rates, poverty, and income inequality: A case study of Indonesia. Economies, 11(2), 62. https://doi.org/10.3390/economies11020062

[14] Ferraz, E., Soares, R. R., & Vargas, J. (2022). Unbundling the relationship between economic shocks and crime. IZA Discussion Paper No. 14954. Institute of Labor Economics.

[15] F. Situmorang and J. Suharianto, “Eksplorasi Jejak Tingkat Pengangguran Terbuka, Jumlah Penduduk Miskin, Dan Upah Minimum Regional Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Di Provinsi Sumatera Utara 2002-2022,” J. Econ. Reg. Sci., vol. 4, no. 2, pp. 98–114, 2024, [Online]. Available: https://ejournal.stiejb.ac.id/index.php/jurnal-esensi/article/view/467

[16] F. Situmorang, E. Syahbana, J. Alisya, and A. R. Olivia, “Pengaruh Investasi Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Dengan Produk Domestik Regional Bruto Sebagai Variabel Intervening,” J. Econ. Reg. Sci., vol. 5, no. 2, pp. 127–141, 2025.

[17] A. Oktania, D. Silfani, G. S. Sitohang, F. Situmorang, and M. A. Akbar, “ANTARA KEMISKINAN DAN PENINGKATAN IPM TAHUN 2011-2023 DI INDONESIA,” J. Ekon. dan Bisnis, vol. 17, no. 2, 2024.

[18] B. Nafi, “Analisis Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Pengentasan Kemiskinan di Indonesia ( 2016-2019 ),” J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 7, no. 02, pp. 953–960, 2021.

[19] F. Situmorang and J. Suharianto, “The Influence of Information and Communication Technology Development and Regional Minimum Wage on Gross Domestic Regional Product in North Maluku Province,” J. Artif. Intell. Digit. Bus., 2026.

[20] Nindri, S. Y. M., & Devia, V. (2023). Hubungan variabel makroekonomi dan tingkat kriminalitas di Indonesia. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 20(2). https://doi.org/10.19105/nuansa.v20i2.10383

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

[1]
D. Alnaya and J. Suharianto, “Pengaruh Variabel Makroekonomi terhadap Tingkat Kriminalitas di Provinsi Sumatera Utara”, RIGGS, vol. 5, no. 2, pp. 24185–24193, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles