Analisis Model Bisnis Syariah Pada Usaha Kemplang Tunu di Desa Pipa Putih Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (Studi Kasus pada Usaha Bik As Kemplang)
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12507Keywords:
Model bisnis syariah, UMKM, Kemplang tunu, Ekonomi SyariahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model bisnis syariah pada usaha Bik As Kemplang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, pekerja, dan konsumen. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan model bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya pada industri makanan tradisional seperti kemplang tunu. Usaha kemplang tunu di Desa Pipa Putih memiliki potensi ekonomi yang cukup besar sebagai produk kuliner khas daerah, namun pengelolaannya masih bersifat tradisional sehingga perlu dianalisis kesesuaiannya dengan prinsip bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha Kemplang Tunu Bik As telah menerapkan model bisnis syariah melalui kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba, gharar, dan maisir, serta menerapkan nilai kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam transaksi dan pelayanan. Aspek kehalalan produk juga terpenuhi melalui penggunaan bahan baku yang halal dan proses produksi yang bersih, meskipun belum memiliki sertifikasi halal formal. Selain itu, usaha ini menunjukkan tanggung jawab sosial melalui keterlibatan masyarakat sekitar. Kualitas produk dijaga melalui bahan baku yang baik, proses produksi yang terstruktur, serta konsistensi rasa dan kesegaran. Faktor pendukung meliputi komitmen terhadap kehalalan dan kejujuran, tidak adanya pinjaman berbunga, serta dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan tenaga kerja, persaingan usaha, dan faktor cuaca yang memengaruhi produksi.
Downloads
References
1. Aried, L., Muhammad Abdurrohman Akbar, F., & Rosidta, A. (2024). Pengembangan model pembiayaan syariah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies, 2(2).
2. Ahmad Syafiq. (2019). Penerapan etika bisnis terhadap kepuasan konsumen dalam pandangan Islam. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 5(1).
3. Badan Pusat Statistik. (2023). Serah terima data dan laporan hasil PL-KUMKM 2023. Diakses dari https://www.bps.go.id
4. Endang Rahim, & Roni Mohamad. (2021). Strategi bauran pemasaran (marketing mix) dalam perspektif syariah. Mutawazin: Jurnal Ekonomi Syariah, 2(1), 15–26.
5. Hermawan Kartajaya, & Muhammad Syakir Sula. (2006). Syariah marketing. Bandung: Mizan
6. Irdan Listia Andani Nurdiansyah. (2022). Keadilan distributif dalam ekonomi Islam. Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah, 4(2).
7. Irma Damayanti, & Novien Rialdy. (2024). Model manajemen bisnis syariah dalam meningkatkan daya saing UMKM halal. Journal of Islamic Economics and Finance, 1(2).
8. Lexy J. Moleong. (1998). Metodologi penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
9. Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
10. Yuda Mulia Ramadhan Sitepu. (2023). Peran UMKM dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Benefit: Journal of Business, Economics, and Finance, 1(1).
11. Adinugraha, H. H., Fikri, M. K., & Andrean, R. (2024). Halal industry, digital economy, and creative economy: Challenges and opportunities for MSMEs in Indonesia. Journal of Islamic Economics, Management, and Business, 6(2), 155–182. https://doi.org/10.21580/jiemb.2024.6.2.23588
12. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir. (2025). Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Ogan Ilir: Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir.
13. Djunaidi, M., Oktavia, C. B. A., Fitriadi, R., & Setiawan, E. (2021). Perception and consumer behavior of halal product toward purchase decision in Indonesia. Jurnal Teknik Industri, 22(2), 171–184. https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol22.no2.171-184
14. Fathoni, M. A., Priyatno, P. D., Faizi, Wiryanto, F. S., Rachbini, W., & Suryani. (2025). Unlocking barriers and strategies of halal certification for micro and small enterprises in Indonesia: Analytic network process approach. Problems and Perspectives in Management, 23(1), 169–180. https://doi.org/10.21511/ppm.23(1).2025.13
15. Hidayat, M. T., & Witta, S. R. (2024). Halal certification and implications for MSMEs: A systematic literature review. Journal of Business Management and Islamic Banking, 3(1), 151–166. https://doi.org/10.14421/jbmib.v3i1.2373
16. Jamaluddin, J., Hidayatulloh, H., Zaini, A., & Sanawi, S. (2022). The problems of implementing halal certification through the self-declaration program for MSMEs in Indonesia: A case study. International Journal of Advances in Social and Economics, 4(1), 30–36. https://doi.org/10.33122/ijase.v4i1.221
17. Jannah, S. M., & Al-Banna, H. (2021). Halal awareness and halal traceability: Muslim consumers’ and entrepreneurs’ perspectives. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 7(2), 285–316. https://doi.org/10.21098/jimf.v7i2.1328
18. Kilay, A. L., Simamora, B. H., & Putra, D. P. (2022). The influence of e-payment and e-commerce services on supply chain performance: Implications of open innovation and solutions for the digitalization of micro, small, and medium enterprises in Indonesia. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 8(3), 119. https://doi.org/10.3390/joitmc8030119
19. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. (2019). Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019–2024. Jakarta: KNEKS.
20. Menne, F., Surya, B., Yusuf, M., Suriani, S., Ruslan, M., & Iskandar, I. (2022). Optimizing the financial performance of SMEs based on sharia economy: Perspective of economic business sustainability and open innovation. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 8(1), 18. https://doi.org/10.3390/joitmc8010018
21. Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Jakarta: Sekretariat Negara.
22. Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Jakarta: Sekretariat Negara.
23. Pratikto, H., Agustina, Y., & Kiranawati, T. M. (2023). The influence of various factors on MSME halal certification behavior: An analysis with intention as an intervening variable. International Journal of Professional Business Review, 8(9), e03444. https://doi.org/10.26668/businessreview/2023.v8i9.3444
24. Umami, M., Nada, S., & Anisa, N. L. (2023). Implementation halal product certification through self-declare program for MSEs products in Cirebon Regency. Journal of Community Service and Empowerment, 4(2), 300–307. https://doi.org/10.22219/jcse.v4i2.25058
25. Widigdo, A. M. N., & Triyanto, A. (2024). Knowledge and compliance: The increasing intention of MSME’s halal certification in Indonesia. International Journal of Business and Society, 25(1), 128–147. https://doi.org/10.33736/ijbs.6904.2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haji Rizki, Rina Dwi Wulandari, Yuniar Handayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















