Analisis Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi: Riba, Zakat, Infaq, Sedekah, dan Prinsip Keadilan Ekonomi dalam Al-Qur'an
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.12228Keywords:
Tafsir Ekonomi, Riba, Zakat, Keadilan Ekonomi, Ekonomi Al-Qur'anAbstract
Praktik riba, ketimpangan distribusi kekayaan, dan lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan dalam sistem ekonomi modern menunjukkan pentingnya pengkajian kembali prinsip-prinsip ekonomi yang bersumber dari Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an mengenai riba, zakat, infaq, sedekah, dan keadilan ekonomi sebagai landasan konseptual pembangunan ekonomi Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tafsir tematik (maudhu'i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan kitab tafsir karya Ibnu Katsir, M. Quraish Shihab, Wahbah Az-Zuhaili, Sayyid Qutb, serta Fakhruddin Ar-Razi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik melalui identifikasi ayat, pengelompokan tema, perbandingan penafsiran, serta sintesis makna ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba diharamkan karena mengandung unsur eksploitasi, ketidakadilan, dan berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi. Zakat berfungsi sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang bersifat wajib, sedangkan infaq dan sedekah menjadi instrumen filantropi sukarela yang memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan sirkulasi kekayaan, dan mendukung pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan instrumen tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel juga dapat memperkuat kepercayaan publik serta meningkatkan efektivitas penyaluran dana sosial kepada kelompok yang membutuhkan. Integrasi larangan riba, zakat, infaq, dan sedekah membentuk sistem ekonomi yang menyeimbangkan hak kepemilikan individu dengan tanggung jawab sosial. Temuan ini menegaskan bahwa prinsip ekonomi Al-Qur'an tetap relevan untuk mendukung pembangunan yang adil, inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Downloads
References
[1] A. Azzuhri and H. M. Fadhil, “Reimagining Economic Wellbeing and Justice: The Wasaṭiyya Framework in Islamic Economics,” Economica: Jurnal Ekonomi Islam, vol. 13, no. 2, Dec. 2022, doi: 10.21580/economica.2022.13.2.14139.
[2] S. Rahim, “Distributive Justice: A Perspective from Islamic Economics Literature,” Journal of Emerging Economies and Islamic Research, vol. 1, no. 3, pp. 77–99, May 2025, doi: 10.24191/jeeir.v1i3.136.
[3] A. N. A. Azkiyah, N. K. Khusna, F. Salsabila, S. A. Herlinda, S. Nabila, and T. Kurniawan, “Tafsir Al-Qur’an dan Hadist tentang Konsep Distribusi dalam Perspektif Ekonomi Islam,” JOSES: Journal of Sharia Econoics Scholar, vol. 4, no. 1, pp. 40–52, 2026.
[4] Mujahidin, “SOCIO-ECONOMIC JUSTICE IN THE QURAN’S PERSPECTIVE,” International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR), vol. 6, no. 4, pp. 1–7, 2022.
[5] A. Abror and A. Hudayati, “The effect of distributive justice on intention to pay zakat through zakat institutions using affective and cognitive trust as intervening variables,” Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, vol. 6, no. 1, pp. 24–33, Jan. 2020, doi: 10.20885/jeki.vol6.iss1.art3.
[6] K. Fitri, V. Sinka, and R. R. A. Hasibuan, “Keadilan Distribusi dalam Ekonomi Islam sebagai Solusi untuk Ketimpangan Sosial di Indonesia,” Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah Dan Akuntansi, vol. 2, no. 4, pp. 59–71, 2025, doi: https://doi.org/10.61132/jiesa.v2i4.1237.
[7] F. N. Aini and K. Jamal, “Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi Dalam Al-Quran: Perspektif Hukum Islam Terhadap Keadilan Sosial,” JOSES: Journal of Sharia Econoics Scholar, vol. 2, no. 3, pp. 110–115, 2025.
[8] M. Zed, Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2018.
[9] A. Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Idea Press, 2017.
[10] H. Snyder, “Literature review as a research methodology: An overview and guidelines,” J. Bus. Res., vol. 104, pp. 333–339, Nov. 2019, doi: 10.1016/j.jbusres.2019.07.039.
[11] Klaus. Krippendorff, Content analysis : an introduction to its methodology. SAGE Publications, Inc., 2019.
[12] M. Quraish. Shihab, Tafsir al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati, 2002.
[13] P. Thalib, F. S. Siregar, Wimboko, I. I. Ilias, and A. M. A. Wibisono, “THE FORMULATION OF ISLAMIC BUY NOW PAY LATER (BNPL) TO ACHIEVE SHARIAH ECONOMIC DEMOCRATIZATION,” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, vol. 25, no. 2, pp. 257–274, 2025, doi: 10.18592/sjhp.v25i2.16325.
[14] Z. Ulum and A. Asmuni, “TRANSAKSI PAYLATER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM,” al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), vol. 5, no. 1, pp. 59–72, Jul. 2023, doi: 10.20885/mawarid.vol5.iss1.art5.
[15] S. Maulida, F. Al Amruzi, B. R. Hakim, and I. S. Beik, “Problems and solutions in zakat digitalization: Evidence from South Kalimantan, Indonesia,” Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, pp. 94–109, Feb. 2022, doi: 10.20885/jeki.vol8.iss1.art7.
[16] H. Hawirah, S. Ni’mah, and A. Hamzah, “TAFSIR AYAT ZAKAT PERSPEKTIF SOSIAL KEMASYARAKATAN,” Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Tafsir, vol. 8, no. 2, pp. 61–75, Dec. 2023, doi: 10.47435/al-mubarak.v8i2.2268.
[17] I. Jaelani, M. Najib, and Acim, “Tafsir Al Munir Aqidah Syariah Manhaj Prof. Dr. Wahbah az Zuhaili,” Asian Journal of Islamic Economic Studies, vol. 3, no. 1, pp. 32–48, 2026.
[18] M. Jaenudin and S. Herianingrum, “ZAKAT, INFAQ, SADAQAH ON MUSTAHIK INCOME TO REALIZE NO POVERTY IN INDONESIAN ZAKAT INSTITUTION,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (Journal of Islamic Economics and Business), vol. 8, no. 1, pp. 134–152, Jun. 2022, doi: 10.20473/jebis.v8i1.36360.
[19] A. Z. Fadillah, P. O. Rusadi, and A. Karsinih, “DIGITALIZATION OF (ZIS) ZAKAT INFAQ AND SHADAQAH THROUGH THE USE OF QRIS (CASE STUDY: GENERATION Z),” Airlangga International Journal of Islamic Economics and Finance, vol. 5, no. 02, pp. 104–114, Dec. 2022, doi: 10.20473/aijief.v5i02.42027.
[20] M. Sauqi, M. S. Dibaj, S. Aisyah, N. A. Ramadhan M, and Rohana, “Implikasi Konsep Naskh Mansukh dalam Ushul Fiqh terhadap Dinamika Istinbath Hukum Ekonomi Syariah,” AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, vol. 3, no. 2, pp. 85–91, 2026, doi: https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v3i2.505.
[21] N. Muslim and S. Iska, “Prinsip Dasar Aspek Distribusi dalam Ekonomi Islam: Rekonstruksi Filosofis Berbasis Maqashid al-Shari’ah dan Formulasi Kebijakan Kontemporer,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas, vol. 28, no. 1, pp. 33–43, Jan. 2026, doi: 10.47233/jebd.v28i1.2408.
[22] U. A. Darajat, “Wealth Distribution Inequality and Social Justice in Islamic Economics: An Evaluation of the Role of Zakat, Waqf, and Islamic Philanthropic Instruments in the Digital Economy Era in Indonesia,” Journal of Social Science and Economics, vol. 4, no. 2, pp. 152–165, Sep. 2025, doi: 10.37812/josse.v4i2.2037.
[23] A. Zaenurrosyid, H. Sholihah, and Rozihan, “Islamic philanthropy and community welfare,” Nusantara Islamic Economic Journal, vol. 2, no. 1, pp. 1–14, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Imam Dhiya’ul Haq, Halimah Basri, Abdul Ghany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















