Komunikasi Interpersonal yang Dimediasi Komputer (CMC): Interaksi Member Treasure dan Treasure Maker pada Platform Weverse
DOI:
https://doi.org/10.31004/riggs.v5i2.10425Keywords:
Computer-Mediated Communication, Weverse, K-Pop, Treasure, Fandom, Komunikasi Interpersonal, Self-Disclosure, Hubungan ParasosialAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk pola interaksi antara idola K-Pop dan penggemarnya. Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal yang dimediasi komputer (Computer-Mediated Communication/CMC) antara member grup Treasure dan komunitas penggemarnya, Treasure Maker, pada platform Weverse. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik CMC yang terbentuk di Weverse, menganalisis dimensi self-disclosure dalam interaksi idol-fans, serta mengkaji pengaruh interaksi dua arah terhadap kualitas hubungan interpersonal di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, di mana data dikumpulkan melalui observasi sistematis pada platform Weverse dan wawancara mendalam kepada tiga informan yang merupakan Treasure Maker aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Weverse memfasilitasi komunikasi dua arah yang kaya melalui fitur-fitur seperti feed postingan, siaran langsung, secret post, dan terjemahan otomatis yang mendukung interaksi lintas bahasa dan budaya. Self-disclosure yang dilakukan oleh member Treasure, berupa berbagi rutinitas harian, ungkapan perasaan, serta keterbukaan emosional, mendorong pengungkapan diri yang serupa dari pihak penggemar dan menciptakan ikatan emosional yang bermakna. Interaksi dua arah di Weverse terbukti mampu mentransformasi hubungan parasosial yang bersifat satu arah menjadi hubungan interpersonal yang resiprokal, di mana penggemar merasa dikenal dan diakui eksistensinya secara nyata oleh idola. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika CMC dalam konteks fandom K-Pop global dan peran platform fandom khusus dalam membentuk ulang relasi idol-penggemar di era digital.
Downloads
References
[1] C. Anggraini, H. Ritonga, L. Kristina, M. Syam, dan W. Kustiawan, "Komunikasi Interpersonal," Jurnal Multidisiplin Dehasen, vol. 1, no. 3, hlm. 337–342, 2022.
[2] F. D. Pratiwi, "Computer Mediated Communication (CMC) dalam Perspektif Komunikasi Lintas Budaya (Tinjauan pada Soompi Discussion Forum Empress Ki TaNyang Shipper)," Jurnal Komunikasi, vol. 7, no. 1, 2014.
[3] A. Z. Tofani, "Weverse Sebagai Sarana Komunikasi Fans dengan Idol (Studi pada Interaksi Seventeen dan Carat)," Prosiding Konferensi Nasional Sosial Politik (KONASPOL), vol. 1, 2023.
[4] D. Septiani, P. N. Azzahra, S. N. Wulandari, dan A. R. Manuardi, "Self Disclosure dalam Komunikasi Interpersonal: Kesetiaan, Cinta, dan Kasih Sayang," Jurnal IKIP Siliwangi, vol. 2, no. 6, 2019.
[5] R. Fauziah, "Media Sosial sebagai Ruang Baru Komunitas Virtual," Jurnal Komunikasi Digital, vol. 3, no. 1, 2025.
[6] N. Indriani dan R. S. Kusuma, "Interaksi Sosial Fandom Army di Media Sosial Weverse," Jurnal Komunikasi Global, vol. 11, no. 2, 2022.
[7] D. H. Sysca dan K. D. Dwivayani, "Fenomena Hubungan Parasosial Penggemar dan Idol K-Pop dalam Penggunaan Aplikasi Weverse," Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, vol. 5, no. 1, hlm. 498–511, 2024.
[8] S. U. Sitorus dan Fakhrur Rozi, "Komunikasi Interpersonal Penggemar BTS dalam Pembentukan Cinta Diri," JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, vol. 9, no. 1, hlm. 36–44, 2023.
[9] Amaliyah, "Perilaku Komunikasi Interpersonal pada Fans K-Pop di Aplikasi Weverse sebagai Media Hiburan," Skripsi, Universitas Mercu Buana, Jakarta, 2025.
[10] T. L. Hirwiza dan F. H. Lubis, "Persepsi Penggemar K-Pop tentang Aplikasi Weverse sebagai Media Komunikasi Penggemar dan Idolanya," Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi dan Administrasi Publik, vol. 2, no. 2, hlm. 164–169, 2023.
[11] R. V. Kozinets, Netnography: The Essential Guide to Qualitative Social Media Research, 3rd ed. London: SAGE Publications, 2022.
[12] T. L. Hirwiza, Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: Deepublish, 2023.
[13] S. Baym, Personal Connections in the Digital Age, 3rd ed. Cambridge: Polity Press, 2021.
[14] J. Suler, "The Online Disinhibition Effect," CyberPsychology & Behavior, vol. 7, no. 3, hlm. 321–326, 2004.
[15] M. Kim dan J. H. Park, "Fan Community Engagement in K-Pop: The Role of Weverse as a Parasocial Interaction Platform," Journal of Asian Communication, vol. 32, no. 4, hlm. 215–231, 2023.
[16] H. S. Oh dan Y. J. Lee, "Digital Fandom and Emotional Labor: How K-Pop Idols Manage Fan Relationships on Social Media," Korean Journal of Communication Studies, vol. 61, no. 2, hlm. 88–112, 2023.
[17] L. Rasmussen, "Parasocial Interaction in the Digital Age: A Literature Review," Young Consumers, vol. 19, no. 2, hlm. 133–144, 2018.
[18] J. T. Hancock dan J. Naaman, "Self-Disclosure and Technology: How CMC Shapes Interpersonal Openness," Journal of Computer-Mediated Communication, vol. 28, no. 1, hlm. 1–19, 2023.
[19] Y. Cho dan B. W. Kim, "Idol-Fan Interaction on Dedicated Fan Platforms: A Uses and Gratifications Approach," Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, vol. 29, no. 3, hlm. 712–730, 2023.
[20] A. Marwick dan d. boyd, "To See and Be Seen: Celebrity Practice on Twitter," Convergence, vol. 17, no. 2, hlm. 139–158, 2011.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Uthlifatu Zaen; Fifi Novianty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















